Berdasarkan
Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 06 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan
Daerah Kota Depok Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan
Keputusan Walikota Depok Nomor 44 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan
Tata Kerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Depok, tugas
pokok BIDANG PENDAPATAN II adalah sebagai berikut :
Bagian Kelima
Bidang Pendapatan II
Pasal 19
(1) Bidang Pendapatan II mempunyai
tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang
pengelolaan pendapatan daerah yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan dan
Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan meliputi kegiatan pendataan dan pendaftaran
PBB, penetapan NJOP PBB, penerbitan dan penyampaian SPPT PBB, dan penyampaian
SPT PBB, melaksanakan penagihan dan pengendalian dan juga melaksanakan
penerimaan dana bagi hasil dan penerimaan lainnya.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pendapatan II mempunyai fungsi :
a. Menyusun
perencanaan kerja yang mengacu pada perencanaan strategis dinas;
b. Perumusan bahan kebijakan dan
petunjuk teknis pengelolaan PBB dan BPHTB;
c.
Melaksanakan pengelolaan PBB dan. BPHTB;
d. Melaksanakan pembinaan, pengawasan,
serta pengendalian skala kota;
e. Melaksanakan
pengkoordinasian pelayanan dan pendaftaran PBB;
f. Melaksanakan pengkoordinasian dalam
rangka penyusunan rumusan dan langkah strategis penerimaan PBB dan BPHTB;
g.
Melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan kegiatan
bidang;
h.
Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja;
i. Melaksanakan
penyajian data dan informasi penerimaan PBB, BPHTB, dana bagi hasil dan penerimaan
lainnya;
j. Melaksanakan tugas
lainnya sesuai dengan bidang tugasnya yang diberikan oleh kepala dinas.
Paragraf 1
Seksi Intensifikasi dan Ekstensifikasi PBB dan BPHTB
Pasal 20
(1) Seksi Intensifikasi dan
Ektensifikasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang
intensifikasi dan ekstensifikasi potensi pajak PBB dan BPHTB meliputi fasilitasi
pelaksanaan pendataan serta pengolahan hasil pendataan dan pendaftaran,
penyampaian dan pemeliharaan dokumen.
(2) Untuk melaksanakan tugas
pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Intensifikasi dan Ektensifikasi
mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan administrasi pendaftaran objek baru PBB
sebagai objek baru yang belum terdaftar pada
administrasi PBB dan sismiop PBB;
b. Pelaksanaan administrasi mutasi objek
dan subjek PBB adalah perubahan atas objek dan subjek pajak PBS;
c. Pelaksanaan pembetulan
SPPT / SKP;
d. Pelaksanaan evaluasi
ketetapan nilai jual objek pajak;
e. Pelaksanaan penghitungan
penetapan nilai objek pajak PBB;
f. Pelaksanaan
administrasi keberatan atas permohonan dari wajib pajak;
g. Pelaksanaan administrasi pengurangan
atas besarnya pajak terutang atas permohonan wajib pajak terhadap ketetapan
PBB;
h. Pelaksanaan restitusi, administrasi
kelebihan pembayaran PBB dalam bentuk uang tunai atau pemindahbukuan;
i. Pelaksanaan
Kompensasi kelebihan pembayaran PBB yang diperhitungkan atas hutang PBB lainnya
yang sudah/belum jatuh tempo atau ketetapan PBB diperhitungkan dengan ketetapan
PBB yang akan datang;
j. Pelaksanaan pendistribusian atas
ketetapan PBB tahun berjalan;
k. Pelaksanaan perencanaan,
pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan seksi;
I. Pelaksanaan
analisis dan pengembangan kinerja seksi;
m. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan bidang
tugasnya yang diberikan oleh kepala bidang.
Paragraf 2
Seksi Penagihan PBB dan BPHTB
Pasal 21
(1) Seksi Penagihan PBB dan BPHTB
mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang penagihan PBB
dan BPHTB terhutang.
(2) Untuk rnelaksanakan tugas
pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Penagihan PBB dan BPHTB
mempunyai fungsi ;
a. Melaksanakan penatausahaan
dan pemprosesan dokumen masuk di seksi penagihan;
b. Melaksanakan penyampaian dan
pengisian kartu pengawasan tunggakan penagihan;
c. Melaksanakan
penatausahaan Surat Keputusan keberatan/banding/pengurangan atau pembatalan
ketetapan pajak dan Surat Keputusan pengurangan atau penghapusan sanksi
administrasi pada seksi penagihan;
d. Melaksanakan penyelesaian usulan
pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak;
e. Melaksanakan penagihan pajak
sementara dan sekaligus;
f. Melaksanakan
penghapusan piutang pajak;
g. Melaksanakan dan lata
cara :
1) Menjawab konfirmasi
data tunggakan wajib pajak;
2) Penyelesaian permohonan
penundaan pembayaran pajak;
3) Penyelesaian usulan
pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak;
4) Penerbitan dan penyampaian
surat teguran penagihan;
5) Penerbitan dan
pemberitahuan Surat Paksa;
6) Penerbitan Surat Perintah
Melaksanakan Penyitaan (SPMP);
7) Penerbitan Surat Keputusan
pencabulan sita;
8) Pelelangan;
9) Penyelesaian pembatalan
permohonan Ielang;
10) Pembuatan laporan seksi penagihan;
11) Penyelesaian permohonan
mengangsur pembayaran pajak;
h. Melaksanakan perencanaan,
pengendalian evaluasi dan pelaporan kegiatan seksi;
i. Pelaksanaan
tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya yang diberikan oleh kepala bidang.
Paragraf 3
Seksi Pengelolaan Data dan Informasi
Pasal 22
(1) Seksi pengelolaan data dan Informasi
mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang penatausahaan
penerimaan dan penyajian pengelolaan data PBB, BPHTB dan penerimaan lain-lain.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengelolaan Data dan Informasi
mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan
pengelolaan data pendaftaran dan penerimaan;
b. Pelaksanaan pengelolaan data terhadap
adanya mutasi data dan perekaman data PBB;
c. Pelaksanaan penetapan ketetapan
sebagai tindak lanjut adanya perubahan dan pengembangan data PBB dan BPHTB;
d. Pelaksanaan pemeliharaan jaringan dan
sistem (Back Up data);
e. Pelaksanaan pelaporan
dan pemeliharaan data potensi PBB dan basis data PBB (SISMIOP PBB);
f. Melaksanakan pembuatan salinan SPPT
SKP/SPT sebagai pengganti SPPT yang rusak, hilang atau belum diterima;
g. Pelaksanaan perekaman data
dan input data dari hasil penerimaan pembayaran PBB dan BPHTB;
h. Pelaksanaan validasi
penerimaan pembayaran BPHTB;
i. Pelaksanaan
pembinaan dan pengawasan terhadap PPAT;
j. Pelaksanaan
rekonsiliasi penerimaan PBB dan BPHTB;
k. Pelaksanaan dan
menyempumakan sistem pembentukan basis data PBB dan BPHTB;
l. Pelaksanaan
pengkoordinasian dalam rangka penyusunan langkah strategis dalam pencapaian
penerimaan PBB dan BPHTB;
m. Pelaksanaan tugas lain
sesuai dengan bidang tugasnya yang diberikan oleh kepala bidang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar