SISTEM
INFORMASI EKSEKUTIF
(EXECUTIVE
INFORMATION SYSTEM)
Defisnisi
Eksekutif
Eksekutif
adalah manajer tingkat yang lebih rendah yang berada pada tingkat yang lebih
atas.
Martineau
mengatakan bahwa pekerjaan manajer akan berubah secara drastis jika ia telah
menjadi manajer puncak (eksekutif), dan manajer tersebut harus menyesuaikan keadaan
atau perubahan tersebut.
Perusahaan
yang hanya menggunakan Sistem Infromasi Organisasi maka manajer puncak akan
menerima seluruh informasinya dari subsistem fungsional dan manajer tidak perlu
menyaring dan mensisntesa data yang menjadi bentuk berarti baginya. Sebagai
cara untuk meringankan manajer tersebut dalam melakukan pekerjaannya maka
diciptakannya Sistem Informasi Eksekutif.
Siapa
yang disebut Eksekutif ?
Istilah
Eksekutif digunakan untuk mengidentifikasikan manajer tingkat puncak yang
mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perusahaan yaitu semua manajer yang
berada pada tingkat perencanaan strategis.
Jika
Organisasinya adalah korporasi maka Eksekutif tingkat puncak adalah pimpinan
dalam dewan tersebut. Yang memberikan laporan kepada Dewan adalah Direktur, dan
yang memberikan laporan kepada direktur adalah wakil direktur.
Jika
perusahannya besar maka manajer dalam beberapa tingkatan yang menyatu dalam
struktur organisasi dianggap sebagai eksekutif.
Dalam
perusahaan kecil mungkin hanya ada satu eksekutif atau tidak ada. Istilah CEO
(Chief Executive Officer) atau Kepala Eksekutif adalah seseorang yang
berada pada tingkat puncak hirarki organisasi, dijabat oleh satu orang dan sama
fungsinya seperti pimpinan dewan dalam beberapa organisasi, direktur, atau CEO.
Apa yang
dikerjakan Eksekutif ?
Manajer
perencanaan strategis mempunyai tanggung jawab untuk menetapkan tujuan atau
arah perusahaan untuk jangka panjang, memperhatikan apa yang sedang terjadi
dalam perusahaan dan ingin memastikan apakah terjadi kemajuan mengenai apa yang
ia lakukan. Juga bertanggung jawab terhadap kesejahteraan perusahaan (Company
Oriented)
Menurut
Henri Fayol
Semua
manajer melakukan fungsi-fungsi manajemen yang sama : Merencanakan,
mengorganisasikan, menyusun Staf, mengarahkan, dan mengendalikan.
Menurut
Mintzberg
Semua
manajer menjalankan semua peranan, namun orientasinya berbeda menurut
tingkatannya. Misalnya manajer berperan sebagai desisional yaitu sebagai
entrepreneurial, dan mengatasi gangguan yang tidak diperkirakan, sementara
menyerahkan pengalokasian sumberdaya dan negosiasi kepada para manajer di
bawahnya.
Agenda
dan Jaringan menurut Kotter.
John
P.Kotter, dari Harvard beranggapan bahwa ekesekkutif mengatasi kesulitan
pekerjaannya dengan strategis tiga langkah :
1.
Agenda, yaitu tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
Agenda
jangka panjang, mengestimasi mengenai jenis produk yang seharusnya dijual
perusahaan dalam waktu lima, sepuluh atau dua puluh tahun mendatang
Agenda
jangka pendek, seperti pangsa pasar yang harus dicapai oleh produk tertentu
yang sekarang ada.
2.
Membuat jaringan hubungan kooperatif diantara orang yang akan menjalankan
agenda tersebut yang anggota jaringannya di dalam ataupun di luar
perusahaan.
3.
Menetapkan lingkungan dengan norma dan nilai yang benar sehingga anggota
jaringan dapat bekerja untuk mencapai yang telah dituliskan dalam agenda
tersebut, seperti kontak face to face dengan anggota jaringan sebanyak
mungkin namun harus menekankan pada jawabannya.
Saran
Untuk Meningkatkan EIS
Seorang
eksekutif yang belum menggunakan komputer dikarenakan hanya merasa belum bisa
memanfaatkan sumber informasinya. Eksekutif harus melakukan langkah-langkah
untuk mengembangkan peranan komputer dalam sistem informasinya. Namun
untuk melakukannya, eksekutif juga berusaha untuk meningkatkan komponen non
komputer.
Lima
langkah untuk pencapaian pengembangan tersebut:
- Menyimpan inventarisasi dari transakasi informasi yang masuk, yaitu memelihara record data dan menyimpan ke database, dan dapat dibuat laporan
- Merangsang terjadinya sumber yang bernilai tinggi. Dengan adanya sumber yang bernilai tinggi maka eksekutif mengkomunikasikan sumber tersebut ke setiap anggota dengan melakukan konferensi.
- Mengambil manfaat dari peluang yang ada, ketika informasi datang, eksekutif harus dapat memperolehnya.
- Menyesuaikan sistem dengan kebutuhan perorangan, eksekutif menggunakan gaya atau cara pengumpulan informasi yang berbeda.
- Memanfaatkan teknologi, memanfaatkan staf pelayan informasi untuk mengembangkan sistem dalam perusahaan itu sendiri.
SISTEM
INFORMASI EKSEKUTIF
BERDASARKAN
KOMPUTER
Sistem
Informasi Eksekutif atau EIS
Suatu
system meliputi computer yang menyediakan informasi bagi eksekutif
mengenai kinerja keseluruhan perusahaan.
MODEL EIS
Konfigurasi
EIS berbasis computer meliputi satu Komputer personal (PC) secara interaktif
yang berfungsi sebagai executive workstation, dan penyimpanan sekunder
kebanyakan dalam bentuk hard disk yang menyimpan database eksekutif. Dalam
perusahaan besar PC tersebut dihubungkan dengan mainframe pada
jaringan. Data base eksekutif berisi data dan informasi yang telah diproses
sebelumnya oleh computer sentral perusahaan.
Eksekutif
memilih dari menu untuk menghasilkan tampilan layar yang telah diformat
sebelumnya, atau untuk melakukan sejumlah kecil pemrosesan. Sistem itu juga
memungkinkan pemakai menggunakan system elektronik mail perusahaan dan dapat
mengkases data dan informasi eksternal. Dalam beberapa kasus, personil
pendukung EIS dapat memasukkan berita terbaru dan penjelasan informasi.
Dialog
antara Eksekutif dan EIS
Eksekutif
memasukkan instruksi ke dalam system melalui menu. Pemilihan menu dilakukan
dengan mouse atau dengan menyentuh layar (touch screen)
atau dengan tombol remote control, dan penggunaan keyboard
dikurangi. Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk tabulasi, grafik atau
narasi (yang menjelaskan grafik atau tabulasi).
Drill
Down
EIS
menyediakan tehnik yang menampilkan item yang dikehendaki dalam susunan hirarki
dari atas ke bawah yang dimulai dengan ringkasan kemudian ke item yang dipilih
secara lebih lengkap (untuk mengidentifikasi masalah atau mendapatkan penyebab
pokok dari masalah yang ada).
Penyatuan
Tiga Konsep Manajemen
Eksekutif
membangun EIS atas tiga konsep dasar manajemen yaitu :
- Faktor Penentu Keberhasilan (Critical Success Factor) yaitu memonitor sejauh mana perusahaan telah melakukan apa yang menjadi tujuannya, dan faktor-faktor penentu keberhasilannya.
Aktivitas
CSF bervariasi tergantung dari organisasinya, misalnya:
-
Industri kendaraan bermotor, CSF nya adalah model jaringan dealer yang efisien,
model pengendalian biaya manufaktur yang ketat.
-
Industri asurasni jiwa, CSF nya adalah pengembangan personil manajemen agen,
pengendalian personil administrative, dan inovasi dalam menciptakan
produk-produk asuransi.
- Manajemen Pengecualian (Management By Exception)
Tampilan
layar yang digunakan oleh eksekutif sering menyertakan Management By
Exception dengan cara membandingkan kinerja yang dianggarkan dengan kinerja
aktual. Software EIS dapat mengidentifikasi pengecualian-pengecualian secara
otomatis dan dapat langsung menjadi perhatian eksekutif, contoh : layar
multimedia yang menampilkan informasi dengan bar penyorot secara otomatis
ditempatkan pada item yang mempunyai variance paling besar sebagai
pengecualian.
- Peringkasan Informasi (Information Compression)
EIS dapat
digunakan sebagai alat untuk melihat keseluruhan pola tindakan yang ada dalam
perusahaan.
Peran
utama EIS adalah membuat sintesis atau menyarikan data dan informasi bervolume
besar untuk meningkatkan kegunaannya.
KEPUTUSAN
IMPLEMENTASI EIS
Ketika
perusahaan mempertimbangkan untuk mengimplementasikan EIS atau tidak maka harus
dibuat tiga keputusan implementasi yaitu :
- 1. Haruskah kita mengembangkan EIS ?
Bila Tidak,
maka eksekutif akan terus mengandalkan system yang telah ada.
Bila Ya,
maka pertanyaan berikutnya adalah …
2.
Apakah tersedia software produktifitas perorangan siap pakai (prewritten
personal productivity software) yang memenuhi kebutuhan eksekutif ?
Bila ada,
maka software tersebut dibeli.
Bila
Tidak, maka pertanyaan berikutnya adalah ..
3.
Apakah kita harus membeli software EIS pesanan (Custom EIS software)
?
Bila Ya,
maka software tersebut dibeli.
Bila
Tidak, maka staf pelayanan informasi perusahaan akan membuat sotware EIS yang
sesuai.
Software
Produktifitas Perorangan Siap Pakai adalah software umum yang dapat digunakan
oleh setiap orang untuk mengembangakan aplikasi mereka sendiri, contoh : DBMS,
paket spreadsheet elektronik, paket grafik, system manajemen proyek.
Software
EIS Pesanan contoh : Sistem MIDS (Management Information and Decision
Support) yang diterapkan oleh Lockheed-Georgia akhir Th.1980-an, selain
mempopulerkan istilah EIS berbasis komputer juga perlu menyediakan manajer data
yaitu orang-orang yang ahli mengenai data yang ditampilkan dan dapat
menjelaskan tampilan secara rinci jika eksekutif memerlukan bantuan.
Trend
(kecenderungan) EIS Di Masa Depan
1.
Penggunaan EIS di Perusahaan Besar akan menjadi Umum. Semakin banyak manajer
tingkat menengah dengan latar belakang computer yang menanjak kejenjang
eksekutif dan akan tertarik pada software EIS siap pakai, dan sebagian akan
mengalokasikan sumber daya jasa informasi untuk pengembangan sistem pesanan.
Semua kegiatan ini akan menghasilkan EIS pada hamper semua perusahaan besar.
2. Kebutuhan
akan Software EIS Khusus Berharga Murah.
Tingkat
penerapan EIS di masa depan bagi perusahaan kecil tidak begitu jelas.
Alternatifnya Software EIS siap pakai dengan kualitas tinggi, mudah diterapkan
dan digunakan. Kondisi ini akan tercapai dengan banyaknya pemasok yang memasuki
pasar.
3. SIM dan
DSS Masa Depan Akan Tampak Seperti EIS Masa Kini. Adanya perluasan
penggunaan EIS ke tingkat yang lebih bawah maka kelas baru software SIM dan DSS
berisi banyak feature EIS.
4.
Eksekutif akan menjaga Komputer Dalam Perspektif.
Eksekutif
selalu lebih menyukai komunikasi tatap muka, namun para eksekutif sadar bahwa
komputer dapat memenuhi sebagian kebutuhan informasi mereka secara lebih
unggul. Dengan menyatukan komputer ke dalam sistem informasi mereka maka
peluang baru akan terbuka bagi pengambilan dan analisis informasi yang
sebelumnya tidak pernah tersedia pada tingkat eksekutif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar